Gubernur Sherly Ganti Direktur RSUD Chasan Boesoirie Ternate

Ternate, MATAPUBLIKMU.com – Keputusan tegas diambil oleh Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, dengan resmi memberhentikan dr. Alwia Assagaf dari jabatannya sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate. Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif pada 27 April 2026.

Pemberhentian ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 800.1.3.3/KEP-MU/004/IV/2026 tentang Pemberhentian PNS dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, yang telah ditandatangani sejak 24 April 2026. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penataan organisasi dan penyegaran birokrasi di sektor pelayanan kesehatan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Malut, Zulkifli Bian, menjelaskan bahwa setelah diberhentikan dari jabatan strategisnya, Alwia kini menempati posisi baru sebagai Penata Kelola Layanan Kesehatan di RSUD yang sama.

Menurut Zulkifli, seluruh proses pemberhentian telah dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Bahkan, keputusan tersebut telah mengantongi rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara melalui surat resmi tertanggal 17 April 2026.

“Semua sudah melalui proses administrasi, termasuk rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara,” tegasnya.

Untuk menjaga stabilitas layanan di rumah sakit rujukan utama tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat dengan menyiapkan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur. Langkah ini dinilai penting guna menghindari kekosongan kepemimpinan yang berpotensi mengganggu pelayanan publik.

Sejumlah nama internal pun mencuat sebagai kandidat kuat pengisi jabatan Plt Direktur. Mereka adalah dr. Rosita Alkatiri, drg. Iwan Wirasatyawan, serta Agung Sri Sadono.

“Ketiganya memiliki kesempatan yang sama. Administrasi sedang diproses, insyaallah dalam waktu dekat surat penunjukan Plt sudah diterbitkan,” ujar Zulkifli.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi memastikan kesinambungan dan optimalisasi pelayanan kesehatan di RSUD Chasan Boesoirie, yang selama ini menjadi salah satu pilar utama layanan rujukan di wilayah tersebut. (u)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *