MOROTAI, MATAPUBLIKMU.com — Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara (Malut) melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) angkat bicara mengenai proyek Irigasi Sangowo, Desa Sangowo Barat, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai.
BWS Malut membantah tudingan bahwa proyek tersebut mengalami gagal bangunan, setelah sebagian tanggul tanahnya rusak akibat diterjang banjir dan cuaca ekstrem pada Juni 2026 lalu. Seperti yang pernah disorot salah satu praktisi hukum belum lama ini.
Kepala Satker PJPA BWS Malut, Irnanda Kristandi, menjelaskan bahwa kerusakan tanggul bendung tersebut murni akibat faktor alam. Saat ini, BWS tengah merealisasikan langkah penanganan permanen dengan menyiapkan pembangunan tanggul bronjong sepanjang kurang lebih 400 meter di area kritis bendung tersebut.
“BWS Maluku Utara melakukan langkah penanganan permanen untuk memperkuat Bendung Sangowo di Kabupaten Pulau Morotai dengan membangun tanggul bronjong sepanjang kurang lebih 400 meter,” ujar Irnanda saat dihubungi matapublikmu.com, Selasa (15/9/2026).
Ia melanjutkan, struktur bronjong kawat permanen ini dirancang untuk berfungsi ganda, yaitu sebagai penguat struktur tanggul sekaligus dinding penahan tebing sungai.
Dengan karakteristiknya yang kokoh namun fleksibel, pemasangan bronjong ini bertujuan agar bantaran sungai tidak kembali longsor atau terkikis saat menghadapi fluktuasi debit air yang deras.
“Tentunya dirancang untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap bangunan bendung, sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat meningkatnya debit sungai saat musim hujan,”ungkap Irnanda.
Lebih lanjut, Irnanda menegaskan bahwa penanganan kerusakan darurat pasca-banjir sebelumnya telah selesai dituntaskan oleh pihak penyedia jasa (PT PP) sebagai bentuk komitmen dalam masa pemeliharaan. Sementara itu, untuk pembangunan proteksi bronjong permanen sepanjang 400 meter ini, statusnya telah resmi masuk dalam tahap realisasi program kerja lanjutan atau kegiatan Tahap 2 bersumber dari rencana pendanaan Tahun Anggaran 2026.
BWS Malut menyatakan akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan ketat terhadap kondisi infrastruktur di lapangan.
“Pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan terhadap Bendung Sangowo, tetapi juga terhadap berbagai infrastruktur sumber daya air lainnya yang berada di bawah pengawasan BWS Maluku Utara demi memastikan fungsinya berjalan optimal bagi masyarakat,” tandas Irnanda Kristandi.
Sebagai informasi, proyek jaringan Irigasi Sangowo yang dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk tersebut mulai digenjot pengerjaan fisiknya pada September hingga November 2025. Nilai anggaran proyek ini bersumber dari APBN 2025 dan berkisar antara Rp28 miliar hingga Rp34,59 miliar. (r/u)








