Kajati Malut Tinjau Lokasi Konflik di Patani Barat

Patani, MATAPUBLIKMU.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara (Malut), Sufari, bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan unsur jajaran Forkopimda turun langsung meninjau lokasi konflik di Desa Sibenpopo dan Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Rabu (8/4/2026).

‎Dalam kunjungan tersebut, rombongan turut didampingi Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe, Kapolda Malut Irjen Pol Waris Agono, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, Kabinda Malut Brigjen TNI R. Moch Iskandarmanto, Danlanal Ternate Kolonel Laut (P) Gurtom Fartianti, serta Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji.

‎Kehadiran para pimpinan daerah dan unsur Forkopimda ini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak tinggal diam dalam merespons konflik yang terjadi di tengah masyarakat. Pemerintah hadir untuk memastikan keamanan warga serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.

‎Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Malut, Matheos Matulessy, menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

‎“Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memastikan situasi tetap terkendali,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan itu, Kajati Malut bersama Gubernur dan Forkopimda juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak konflik.

‎Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami dampak langsung dari insiden tersebut.

‎Selain itu, rombongan juga meninjau langsung sejumlah titik yang menjadi lokasi terjadinya konflik, termasuk melihat kondisi rumah dan fasilitas warga yang terdampak.

‎Gubernur bersama seluruh unsur Forkopimda menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi di Halmahera Tengah tetap kondusif.

‎Mereka mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

‎Pemerintah daerah berharap, melalui langkah cepat dan sinergi lintas sektor ini, kondisi keamanan di wilayah Patani Barat dapat segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal.(u)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *