Ternate, MATAPUBLIKMU.com – Majelis Taklim (MT) Abuya Al Habib Abubakar Bin Hasan Al-Attas Az-Zabidi akan memperingati malam Nisfu Sya’ban pada Senin (2/2/2026) besok.
Pembacaan doa Nisfu Sya’ban bersama Mufti Besar Kesultanan Moloku Kie Raha, Dr. (HC) Abuya Al Habib Abubakar bin Hasan Al-Attas Az-Zabidi ini dipusatkan di kediaman Abuya, lingkungan Kampung Tengah, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate.
Ketua Panitia MT Habib Abubakar Al – Attas, Muhammad Fadhly Albaar, menyampaikan undangan terbuka bagi segenap umat Islam di Kota Ternate dan sekitarnya untuk hadir dalam agenda rutin yang digelar setiap tahun ini.
Ia mengatakan, rangkaian acara akan dimulai dengan shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan pembacaan surah Yasin sebanyak 3 kali, doa Nisfu Sya’ban, shalat Tasbih berjamaah, dan ditutup dengan shalat Isya berjamaah serta amalan-amalan lain.
“Kalau ada yang berpuasa, terlebih dulu berbuka puasa bersama,” ujar Fadly saat dihubungi matapublikmu.com, Minggu (1/2) malam.
Para jamaah diimbau untuk membawa perlengkapan shalat, terutama sajadah dan buku Yasin. Hal ini guna mengantisipasi membludaknya jamaah.
“Selain kota Ternate, tamu jamaah dari luar daerah juga diundang,” pungkas Fadhly.
Keistimewaan malam Nisfu Sya’ban
Malam Nisfu Sya’ban dikenal sebagai waktu yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Umat Islam meyakini bahwa malam ini merupakan kesempatan istimewa untuk memohon ampunan, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Pada malam tersebut, banyak umat Muslim yang mengisinya dengan ibadah, seperti sholat sunah, membaca Al-Qur’an, serta berzikir dan beristighfar. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah memeriksa makhluknya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni semua makhluknya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah)
Hadis ini menunjukkan bahwa pada malam Nisfu Sya’ban, Allah memberikan ampunan kepada hambanya, kecuali bagi mereka yang menyekutukannya atau menyimpan kebencian terhadap sesama. Hadis ini juga menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia, serta memanfaatkan malam ini untuk meningkatkan ketakwaan.
Amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Sya’ban
Untuk meraih keutamaan malam Nisfu Sya’ban, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan melakukan berbagai amalan, antara lain:
1. Memperbanyak doa dan istighfar
Malam Nisfu Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk memohon ampunan dan berdoa kepada Allah SWT. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon kebaikan di dunia serta akhirat.
2. Membaca Al-Qur’an
Mengisi malam Nisfu Sya’ban dengan membaca Al-Qur’an, seperti membaca surat Yasin, merupakan amalan yang banyak dilakukan oleh umat Islam. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh keberkahan.
3. Sholat malam (Qiyamul Lail)
Melaksanakan shalat malam, seperti sholat tahajud, sangat dianjurkan pada malam Nisfu Sya’ban. Ibadah ini menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
4. Berpuasa sunnah
Berpuasa pada siang hari tanggal 15 Sya’ban juga merupakan amalan yang dianjurkan. Puasa ini dianggap sebagai bentuk penghambaan kepada Allah dan sarana untuk membersihkan diri secara spiritual.
5. Bersedekah
Selain ibadah spiritual, meningkatkan amal sosial seperti bersedekah kepada yang membutuhkan juga sangat dianjurkan pada malam Nisfu Sya’ban. Tindakan ini tidak hanya membawa keberkahan tetapi juga menunjukkan kepedulian kepada sesama.
Persiapan menyambut bulan Ramadan
Malam Nisfu Sya’ban juga menjadi pengingat bahwa bulan suci Ramadan semakin dekat. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, seperti sholat sunah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Dengan melakukan amalan-amalan tersebut, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara spiritual agar lebih siap menyambut bulan penuh berkah.
Sebagai umat Islam, penting untuk menjadikan malam Nisfu Sya’ban sebagai waktu refleksi dan peningkatan ibadah. Mari manfaatkan kesempatan ini dengan mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan melakukan amalan yang dianjurkan agar mendapatkan keberkahan di bulan Ramadan nanti.
(sumber:Antara)










