WEDA, MPe – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah terus memperkuat budaya inovasi sebagai fondasi pembangunan daerah yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Inovasi Daerah bertajuk “Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah dalam Meningkatkan Kualitas dan Keberlanjutan Inovasi Daerah Menuju Kabupaten Sangat Inovatif” yang digelar di Muara Hotel, Weda, Rabu (15/7/2026).
Mewakili Bupati Halmahera Tengah, Sekretaris Daerah Bahri Sudirman secara resmi membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Halmahera Tengah tersebut.
Bimtek ini diikuti oleh 73 peserta yang terdiri atas kasubag perencanaan, para perencana, serta admin inovasi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Halmahera Tengah.
Hadir sebagai narasumber, yaitu Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd., yang membawakan materi mengenai strategi penguatan kebijakan dan sinergi inovasi daerah.
Dalam laporannya, Sekretaris Baperida Halmahera Tengah Feher Lasut menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur daerah dalam menggali, menyusun, mendokumentasikan, hingga menginput inovasi daerah sesuai dengan standar penilaian Kemendagri.
Selain meningkatkan kualitas evidence (bukti) inovasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendongkrak Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Halmahera Tengah Tahun 2026.
Saat membuka kegiatan tersebut, Sekda Bahri Sudirman menegaskan bahwa inovasi kini menjadi kebutuhan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel.“Sebagai daerah yang sedang berkembang dengan potensi sumber daya alam yang besar, Halmahera Tengah membutuhkan birokrasi yang mampu bergerak cepat, responsif terhadap perubahan, dan siap menjawab berbagai tantangan pembangunan,” ujarnya.
Menurut Bahri, inovasi tidak hanya diwujudkan melalui gagasan atau program baru, tetapi juga harus didukung oleh dokumentasi yang baik agar dapat dinilai, dikembangkan, bahkan direplikasi sebagai praktik terbaik.“Inovasi bukan lagi sekadar pilihan atau tren, melainkan sebuah keharusan bagi daerah yang ingin maju dan berdaya saing,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penginputan inovasi daerah bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan bagian dari strategi besar untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat.“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh perangkat daerah untuk memahami cara merumuskan, mengukur, serta menginput data inovasi secara tepat sesuai dengan parameter yang telah ditetapkan Kemendagri,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga memberikan tiga arahan penting kepada seluruh peserta, yakni mengikuti seluruh materi secara serius, menjadikan penginputan inovasi sebagai strategi peningkatan kualitas pemerintahan, serta memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah agar inovasi yang dihasilkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan Halmahera Tengah.
Melalui Bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah optimistis kualitas inovasi di setiap perangkat daerah akan semakin meningkat. Hal ini diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah, meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah, sekaligus mengantarkan Halmahera Tengah menuju predikat Kabupaten Sangat Inovatif. (ril)
















