Wali Kota Ternate Didesak Copot Plt Kadishub Faisal Badaruddin

Ternate, MATAPUBLIKMU.com — Pemuda Solidaritas Merah Putih (PSMP) Maluku Utara mendesak Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Ternate, Faisal Badaruddin.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Harian DPD PSMP Malut, Mudasir Ishak, menyusul berbagai persoalan di sektor transportasi yang dinilai terus berulang dan belum teratasi maksimal.

Menurut Mudasir, sejak Dishub Ternate dipimpin Plt Kadishub, sejumlah polemik mencuat ke publik. Mulai dari persoalan Queen Merry, keluhan penerangan lampu jalan, aksi sopir angkutan kota (angkot), hingga kasus penilangan di kawasan Pasar Higienis yang menuai kontroversi.

“Berbagai persoalan ini menunjukkan bahwa tata kelola perhubungan di Kota Ternate belum berjalan optimal. Harus ada evaluasi menyeluruh,” ujar Mudasir Ishak seperti dilansir dari pilingnews.com Sabtu (11/4/2026).

Ia menegaskan, sektor perhubungan merupakan salah satu aspek strategis yang sangat menentukan wajah kota dan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dan manajemen profesional di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dishub.

“Dishub itu mengatur hampir separuh wajah Kota Ternate. Kalau tidak dikelola dengan baik, dampaknya langsung dirasakan masyarakat, mulai dari ketertiban lalu-lintas hingga kenyamanan publik,” tegasnya.

Mudasir juga menyoroti kasus penilangan di ruas jalan kawasan Pasar Higienis yang dinilai memperlihatkan lemahnya koordinasi dan kebijakan di lapangan.

Menurutnya, persoalan seperti ini tidak boleh terus berulang tanpa solusi yang jelas.

Ia pun meminta pemerintah daerah, khususnya Wali Kota Ternate, untuk tidak mengabaikan berbagai persoalan yang terus muncul di sektor transportasi.

PSMP Malut berharap evaluasi terhadap Plt Kadishub tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek kepemimpinan dan kemampuan manajerial.

“Ini bukan soal personal, tapi soal kepentingan publik. Kalau memang tidak mampu, sebaiknya diganti dengan figur yang lebih kompeten,” pungkas Mudasir. (u)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *