TERNATE, MPe – Pemerintah kabupaten Halmahera tengah melalui bagian organisasi melaksanakan kegiatan asistensi penyusunan dan penyampaian dokumen SAKIP kabupaten halteng tahun 2026 bertempat di ballroom hotel bela yang di laksanakan pada Kamis (12/3/2024).
Adapun Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 12 Maret sampai 14 Maret 2026, peserta terdiri dari perwakilan 10 kecamatan dan perwakilan OPD lingkup pemda halteng dan pemateri
Abdurrahman mengatakan, Kita bersama – sama dengan bagian organisasi dan seluruh perangkat daerah sudah berhasil nilai SAKIP C menjadi B, sebelumnya tahun 2022 dan 2023 nilai SAKIP pemkab Hateng berada di C.
” Pada tahun 2024 kemarin kita lakukan pertemuan Alhamdulillah di tahun 2024 berhasil meraih nilai CC dan di tahun 2025 kita berhasil meraih nilai B,” ungkap Abdurrahman saat memberikan materi.
Pemkab Halteng meraih nilai B pada tahun 2025 berkat dukungan support dari Bupati Halteng, Ikram M Sangadji, Wakil Bupati, Ahlan Djumadil, Sekda, Bahri Sudirman dan komitmen teman – teman admin perangkat daerah serius dalam menindak lanjuti hasil asistensi dan pendampingan sehingga SAKIP kabupaten halteng meraih nilai predikat B.
” Sebuah prestasi yang harus kita tingkatkan karena Malut baru sebagian kabupaten dan kota masih sedikit meraih predikat B,” katanya.
Pada kegiatan tahun ini (2026), kita menindak lanjuti keberhasilan di tahun 2025 dan kita mengoptimalkan lagi kinerja birokrasi pemkab Halteng agar nilai B terus meningkat menuju nilai BB bahkan nilai A bila perlu.
” Kualitas peningkatan kinerja berkelanjutan setiap tahun ke tahun, untuk itu kesalahan rekomendasi tindak lanjut di tahun sebelumnya kita lakukan asitensi perbaikan di tahun ini,” cetusnya.
Mudah – mudahan di tahun depan itu ada peningkatan nilai berdasarkan penilaian dari Kemenpanrb.
” Dalam SAKIP ada empat komponen, yang pertama komponen perencanaan, pengukuran, pelaporan serta evaluasi internal. Masing – masing komponen mempunyai bobot nilai masing – masing, bobot yang tertinggi perencana kinerja dan pengukuran kinerja mempunya nilai 30, sementara bobot pelaporan kinerja 15 dan evaluasi internal 25,” katanya.
Masing masing komponen mempunyai
Gradasi nilai, penilaianya di lihat dari tiga aspek, aspek pertama/ awal bicara terkait keberadaannya, kualitasnya dan kebermanfaatannya, ketika kita melihat beradaan dan kualitas belum biasa meraih predikat B harus kita menyentuh kebermanfaatan karena bobot yang tinggi kebermanfaatan jadi manfaat yang di lihat.
” Kita harus kolaborasi kalau kerja sendiri – sendiri tidak akan berhasil kalau kita kolaborasi akan mencapai tujuan, kuncinya kolaboras,” tutupnya.(ril)











