Ternate, MATAPUBLIKMU.com – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara mengerahkan sebanyak 835 personel khusus, dalam operasi Ketupat Kie Raha 2026.
Pengerahan personel khusus ini guna menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan perayaan lebaran Idul Fitri 1447 H.
”Untuk tingkat Polda, kami telah menyiapkan 835 personel khusus untuk melakukan pengamanan dan operasi lapangan,” kata Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono usai memimpin apel gelar pasukan di Sofifi, Kamis (12/3/2026).
Operasi Ketupat Kie Raha 2026 merupakan operasi terpusat sejalan dengan satu garis komando langsung dari Mabes Polri secara serentak di seluruh wilayah Indonesia selama 13 hari terhitung mulai 13 Maret hari ini sampai dengan 25 Maret 2026.
Dengan memfokuskan pengamanan pada 4 sasaran utama yakni, Orang, Barang, Kegiatan dan Tempat.
Irjen Waris Agono mengatakan, selain 835 personel khusus, personel lain di jajaran Polda Maluku Utara tetap dalam kondisi siaga meskipun tetap menjalani tugas – tugas rutin melayani masyarakat seperti biasanya.
“Di luar kekuatan tersebut, sebanyak 2/3 kekuatan jajaran Polda Maluku Utara tetap melaksanakan tugas rutin dan disiagakan.
Sehingga, sewaktu-waktu operasi ini membutuhkan tambahan kekuatan, personel cadangan tersebut siap untuk langsung dilibatkan,” jelas Irjen Waris Agono.
Guna mendukung kelancaran operasi, Polda Maluku Utara telah mendirikan 69 pos yang tersebar di wilayah Maluku Utara. Pos-pos tersebut terdiri dari Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu.
Secara khusus, terdapat 11 Pos Terpadu yang ditempatkan masing-masing satu pos di setiap kabupaten/kota. Pos Terpadu ini merupakan wujud sinergitas, yang diisi oleh personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, dan instansi terkait lainnya.
“Melalui Operasi Ketupat Kieraha 2026, Polda Maluku Utara beserta seluruh jajaran berkomitmen penuh untuk menghadirkan rasa aman sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1447 H dengan khidmat dan penuh suka cita bersama keluarga,” tegas Irjen Pol Waris Agono. (*)















