Perusahaan Tambang Milik Anggota DPR RI di Pulau Gebe Ancam Keselamatan Siswa

Weda, MATAPUBLIKMU.com – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Maluku Utara, menilai aktivitas penambangan PT Smart Marsindo milik anggota DPR RI, Shanty Alda Nathalia, di Pulau Gebe diduga mengancam keselamatan siswa dan guru SMAN 3 Halmahera Tengah (Halten). Sebab, jarak salah satu lokasi penambangan perusahaan dengan sekolah berdekatan.

Ketua Wilayah LMND Maluku Utara Anton David Punana Rabu (11/2) mengatakan, janji-janji dari PT Smart Marsindo untuk membangun gedung sekolah baru SMAN 3 Halteng pasca peletakan batu pertama pada Oktober 2025 lalu diduga hanya memperlancar aktivitas penambangan tanpa ada tindak lanjut konkret. Seharusnya, perusahaan sebelum melakukan aktifitas penambangan nikel yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari sekolah terlebih melakukan relokasi membangun gedung baru untuk para siswa agar tidak mengancam keselamatan.
Karena ketika hujan deras maka itu berpotensi menyebabkan banjir dan longsor yang dapat mengancam keselamatan orang-orang yang berada di area tersebut.

Dia menyebut, aktifitas penambangan dari PT Smart Marsindo yang berdekatan dengan sekolah merupakan perampasan ruang bagi siswa, untuk menempuh pendidikan yang lebih layak tanpa harus ada ancaman keselamatan mengintai mereka (siswa dan guru). Selain merusak lingkungan. Selain itu, pemerintah daerah setempat diingatkan tidak menutup mata terkait persoalan ini karena menyangkut keselamatan siswa sebagai generasi penerus bangsa.

David menegaskan, jika perusahaan inkar dengan janji membangun gedung sekolah baru maka ia mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan. “(Kami mendesak) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral agar mencabut Izin Usaha Pertambangan PT Smart Marsindo di Pulau Gebe Halmahera Tengah lantaran menambang di dekat sekolah,” tandas David. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *