Weda, MATAPUBLIKMU.com – Badan Sungai Wilayah (BWS) Maluku Utara (Malut) buka suara terkait Pekerjaan Tahap III Pembangunan dan Peningkatan Jaringan Irigasi di Desa Tilope -Wairoro, Kecamatan Weda Selatan, Halmahera Tengah, yang diduga hanya asal jadi.
Direksi Pekerjaan, Sudirman Taib mengatakan, material batu yang digunakan merupakan batu yang sudah teruji kualitasnya. “Jadi material yang dipakai itu sudah sesuai dengan RAB (rencana anggaran biaya). Untuk batu kali memang di sana susah, rata-rata proyek di kota Weda saja gunakan batu rijang (batu api) dan batu belah, sudah sesuai hasil uji laboratorium dan layak dipakai. Sudah diperiksa BPK RI dan tidak ada temuan,”katanya, Senin (9/2/2026)
Lanjut Sudirman, untuk waktu pelaksanaan proyek sudah sesuai dengan waktu pelaksanaanya. Di mana, saluran air berada di tengah-tengah proyek yang artinya tidak di hulu dan hilir, sementara masyarakat butuh air sehingga kerja dipindahkan. “Ditambah lagi ada dua versi masyarakat yakni pemilik lahan dan penggarap, inilah kemudian membuat pekerjaan sedikit terlambat. Pekerjaan sudah selesai 100 persen, dan ini bagian dari tambah yang dikomplain itu,” ujarnya.
Sementara terkait persolaan sengketa lahan dengan masyarakat, Sudirman bilang sudah dituntaskan lebih dulu sebelum proyek dijalankan. “Soal lahan itu sudah diselesaikan. Pembayarannya langsung ke rekening masyarakat. Jadi sebelum pelaksanaan proyek sudah disosialisasikan ke perangkat desa maupun kelompok tani. Sebelumnya lahan ini juga diukur oleh Dinas Pertanahan Kabupaten Halteng, setelah itu dibuat appraisal penentuan nilai harga tanah berdasarkan harga pasar atau Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Yang pertama terbayarkan 60 orang, di dalamnya ada 11 bidang karena mereka memiliki sertifikat,” jelas Sudirman.
Begitu juga skandal proyek yang diduga melibatkan Kepala BWS Malut. Ia menegaskan, tidak ada kaitannya dengan proyek ini. “Saya selaku direksi di sana, tapi perlu diketahui sebelum Kepala BWS baru ini menjabat saya sudah diposisi ini sejak 2024. Jadi ketika proyek ini berjalan di pertengahan baru beliau menjabat,” pungkas Sudirman. (*)









