Penambangan PT Smart Marsindo Diduga Ganggu Proses Belajar Siswa

Weda, MATAPUBLIKMU.com – Proses belajar mengajar SMAN 3 Halmahera Tengah (Halteng) diduga terganggu oleh suara kebisingan dan debu dari aktivitas penambangan PT Smart Marsindo. Tak hanya itu, potensi longsor dan banjir juga mengintai keselamatan siswa dan guru. Ini karena lokasi pengerukan sangat berdekatan dengan sekolah.

Koordinator Forum Mahasiswa Lingkar Tambang Halteng (Formalintang) Jakarta, Rizal Damola, mengecam keras ulah PT Smart Marsindo, lantaran perusahaan nikel yang beroperasi di Pulau Gebe dengan luas area konsesi 666,30 hektare milik anggota DPR RI Shanty Alda Natalia ini, tak kunjung membangun gedung baru, Sekolah, yang sudah dijanjikan lewat peletakan batu pertama pada Oktober 2025 lalu. Rizal pun mendesak aktivitas penambangan di dekat sekolah yang membahayakan keselamatan siswa dan guru itu segera dihentikan.

“PT Smart Marsindo harus menghentikan aktifitas penambangannya di Pulau Gebe sebelum merelokasi siswa – siswi ke gedung sekolah yang baru. Karena gedung sekolah saat ini berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi tambang,” ujar Rizal, Senin (2/2).

Dia menegaskan, kalau dari pihak PT Smart Marsindo terus mengabaikan hal ini Formalintang akan menduduki kantor perusahaan dan mendatangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan desakan pemberian sanksi hingga pencabutan Izin IUP (izin usaha pertambangan). *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *