Labuha, MATAPUBLIKMU.com — Viral di media sosial dua orang warga lingkar tambang terlihat geram mendapati aktivitas salah satu lokasi perusahaan PT. Harita Group. Perusahaan nikel yang beroperasi di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan.
Video berdurasi sekitar -+2 menit 57 detik yang diunggah akun tiktok @vira64195 pada Rabu (21/1) itu memperlihatkan 2 orang ibu rumah tangga menghadang karyawan dan petugas yang sedang bekerja.
Dalam video warga mengatakan, kalau lahan miliknya itu belum dibayar bahkan tidak untuk dijual. Jika mau duduki harus lebih dulu menyelesaikan pembayaran lahan.
“(lahan) ini belum dibayar. Tong (kami) punya lahan ini tidak untuk dijual . Tong sudah berulang-ulang kali bilang berunding dulu. Cepat angkat alat kase keluar. Ini sudah keterlaluan,” teriak warga dalam video viral itu.
Warga juga mengatakan, jika aktivitas perusahaan di lokasi sekitar terus dilanjutkan maka air sungai yang biasa dipakai untuk minum akan tercemar.
“Kan sudah bilang, kalau ini tong punya atas air ini tidak boleh kasih rusak di sini. Di bawah (air sungai) itu kehidupan kami. Cepat tanggung jawab, siapa yang suruh kalian coba kasih jelaskan. Kasiang air kita di bawah itu. Kalau sudah kasih rusak lalu kita mau minum air di mana lagi,” ucapnya.
Video tersebut mendapat ribuan like serta ratusan kali dibagikan dan beragam komentar dari netizen. (*)










