TERNATE, MATAPUBLIKMU.com – Andri Singapur, warga Kelurahan Rua, Kota Ternate, kini harus menelan pil pahit akibat mengalami dugaan penipuan. Duit ratusan juta rupiah miliknya raib bersama mobil Daihatsu Ayla yang tak kunjung kembali.
Terduga pelaku bukan orang jauh: Junaidi Fabanyo (46), oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep).
Dugaan penipuan ini bermula lima tahun lalu, tepatnya pada 5 April 2021. Kala itu, Junaidi datang menemui Andri dengan tawaran yang tampak menggiurkan: takeover kredit sebuah Daihatsu Ayla bernomor polisi DG 1286 T. Saat ditawarkan, status mobil tersebut tengah digadaikan.
Sepakat dengan tawaran itu, Andri menyetor uang muka Rp50 juta kepada Junaidi. Sisanya, ia berkomitmen melanjutkan sisa angsuran di sebuah perusahaan pembiayaan (finance) selama 18 bulan, dengan setoran Rp3.835.000 per bulan.
“Saya bayar uang muka dan rutin mengangsur setiap bulan sampai lunas,” kata Andri mengenang awal mula transaksi tersebut, Kamis, 15 Oktober 2026.
Petaka baru datang pada September 2024. Mobil yang cicilannya sudah rampung dibayar Andri itu mendadak dipinjam oleh Junaidi. Tanpa curiga, Andri menyerahkan kunci mobil kepada PNS itu. Itu adalah kali terakhir Andri melihat mobilnya.
Bulan berganti bulan, Junaidi tak pernah lagi menampakkan batang hidungnya, apalagi mengembalikan mobil. Sadar dirinya telah dikelabui, Andri mencoba menagih seluruh uang yang telah ia keluarkan. Namun, Junaidi mulai lihai menghindar dan mendadak sulit dihubungi. Andri akhirnya menempuh jalur hukum dengan melapor ke Polsek Pulau Ternate.
Pihak kepolisian mencoba menempuh jalur damai. Korban dan pelaku dimediasi di Kantor Lurah. Di hadapan aparat. Sebuah surat pernyataan di atas meterai Rp10 ribu ditandatanganinya pada 13 Maret 2025. Di atas kertas itu, Junaidi berjanji mengembalikan total kerugian Andri sebesar Rp107 juta yang telah disepakati.
Namun, janji di atas meterai tinggalah janji. Alih-alih mencicil utang, Junaidi justru memilih menghilang tanpa jejak.
“Sampai detik ini, dia tidak pernah membayar sepeser pun dan sekarang malah sama sekali tidak bisa dihubungi,” ujar Andri mendongkol.
Hingga berita ini dipublish, redaksi matapublikmu.com berupaya melakukan konfirmasi ke Junaidi Fabanyo untuk dimintai tanggapannya. (**)










