TERNATE, MATAPUBLIKMU.com — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ternate bergerak cepat menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran BBM Pertalite oplosan yang sempat dikeluhkan membuat sepeda motor trail Kawasaki KLX yang mogok di Kota Ternate pada Minggu (1/11) pagi.
Polisi langsung mendatangi lokasi penjualan di Kios penjual yang terletak di Kelurahan Kulaba, Kecamatan Ternate Barat, pada Minggu (1/11/2026) malam, untuk mengamankan situasi dan mengumpulkan barang bukti.
Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 22 botol air mineral yang berisi BBM jenis Pertalite yang diduga kuat telah dioplos. Seluruh barang bukti tersebut langsung dibawa ke Polres Ternate untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol. Hadi Poerwanto menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons cepat Polri dalam melindungi masyarakat dari praktik penyalahgunaan BBM yang merugikan konsumen.
“Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui asal-usul BBM tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak yang diduga memasoknya. Kami juga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap barang bukti yang telah diamankan,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi dari pemilik kios berinisial AB (44), BBM tersebut ia peroleh dari seorang pria tidak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor Yamaha Mio M3 125 berwarna silver hijau pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 10.30 WIT. Pria tersebut menawarkan satu jerigen berkapasitas 25 liter berisi BBM Pertalite seharga Rp330.000.
AB kemudian membeli BBM tersebut dan mengemasnya ke dalam botol-botol kecil untuk dijual eceran.
Kasus ini mulai mencuat setelah seorang pengendara sepeda motor Kawasaki KLX membeli dua liter BBM tersebut pada siang harinya. Hanya berselang 15 menit setelah melakukan pengisian, pengendara tersebut kembali ke kios dan mengeluhkan sepeda motornya mendadak mogok dan tidak bisa dinyalakan.
Hadi Poerwanto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi praktik penyalahgunaan maupun peredaran BBM ilegal yang dapat merugikan serta membahayakan keselamatan pengguna kendaraan.
Hingga saat ini, tim masih melakukan penelusuran mendalam di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa kios-kios di sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap dari mana sumber pasokan BBM diduga oplosan tersebut dan mencari pihak yang bertanggung jawab atas peredarannya. (**)











