TERNATE, MATAPUBLIKMU.com – Upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan terhadap korban tenggelam Muhammad Affan (6), yang dilaksanakan sejak Ahad (13/9), resmi ditutup pada Sabtu (19/9) sore.
Pencarian korban perahu terbalik tersebut diakhiri setelah tujuh hari operasi, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Selama masa pencarian, kebutuhan logistik Tim Gabungan yang berjumlah hampir seratus orang, didistribusi oleh Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Ternate.
Wakil Ketua Baznas Kota Ternate, Anca Nardiansyah menjelaskan, dukungan terhadap operasi ini dilakukan melalui Unit Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kota Ternate. “Di Baznas Ternate memang tidak ada dana khusus untuk operasional BTB. Karena itu kami menggunakan pos anggaran Program Ternate Peduli,” kata Anca yang juga Penanggungjawab BTB Ternate.
Menurutnya, tugas pembantuan terhadap korban bencana, baik bencana alam maupun bencana non alam merupakan mandatori atau tugas pokok Baznas. “Kita tidak hanya bicara soal orang kurang mampu, tapi melalui BTB kami juga memberi dukungan terhadap upaya pertolongan warga yang terkena musibah, seperti banjir, kebakaran, dan kecelakaan,” kata Anca.
Dia mengungkapkan, dalam operasi di Dufa-dufa ini, anggota BTB berjumlah 4 orang bersiaga di Posko Operasi Gabungan sejak pagi hari, memastikan seluruh anggota tim pencari terpenuhi nutrisinya sebelum turun ke laut. “Jadi makan pagi itu kita siapkan. Kemudian kita pastikan juga untuk makan siangnya. Karena tanpa dukungan logistik yang memadai, operasi pencarian pasti terganggu,” tambahnya lagi.
Dalam kegiatan selama tujuh hari itu, lanjutnya, BTB berkolaborasi dengan BPBD Kota Ternate, sehingga sampai pada hari terakhir pencarian kebutuhan logistik terpenuhi secara maksimal.
Anca juga berterimakasih kepada para muzaki, para ASN, warga Kota Ternate dan semua pihak yang selama ini mempercayakan zakat, infak dan sedekahnya di Baznas Kota Ternate. “Kami sangat mengapresiasi ini, karena dengan kepercayaan itulah kami bisa membantu banyak pihak dan warga yang membutuhkan, berkat dukungan para muzaki,” tandasnya lagi.
Pencarian korban perahu terbalik ini ditutup langsung Kepala Basarnas Ternate Irwan Ramdani, dalam apel penutupan yang dihadiri unsur BPBD, Polair, TNI-AL, Dokpol, Baznas dan keluarga korban, bertempat di Area Taman Tulang Ikan Pantai Dufa-dufa Ternate.
Insiden nahas hilangnya Muhammad Affan bermula saat menumpangi perahu sampan untuk memancing ikan yang membawa empat penumpang termasuk Affan, terbalik di perairan depan Taman Tulang Ikan, Dufa-Dufa, Ternate Utara, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 11.00 WIT.
Petugas segera mengevakuasi tiga korban, meski satu korban dewasa akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Namun, Muhammad Affan dilaporkan terlepas dan hilang akibat terseret arus laut yang sangat kencang saat proses evakuasi berlangsung.
Merespons kejadian tersebut, Tim SAR Gabungan menggelar operasi pencarian intensif selama 7 hari berturut-turut dengan melakukan penyisiran permukaan hingga penyelaman di bawah air.
Sesuai SOP, operasi pencarian resmi ditutup pada hari ke-7 dan kini dilanjutkan ke tahap pemantauan berkala.(**)
















