Proyek Sabo Dam Rp24,6 Miliar di Ternate Diduga Gunakan Solar Subsidi

TERNATE – Proyek pembangunan pengendali sedimen berupa Sabo Dam di Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, diduga menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.

Proyek bernilai kontrak Rp24,6 miliar dari APBN ini dikerjakan oleh PT Indah Jaya Karya Abadi di bawah pengawasan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam 266 hari kalender sejak dimulai pada April lalu.

Berdasarkan penelusuran matapublikmu.com di lapangan belum lama ini, pasokan BBM untuk alat berat pada hari biasa memang berasal dari Pertamina. Namun, jika pasokan resmi tersebut terlambat datang, pihak pelaksana diduga memasok solar menggunakan mobil pikap yang terindikasi sebagai solar subsidi.

Subkontraktor proyek, Munira Sagaf,
Saat dikonfirmasi mengenai jumlah dan darimana pasokan BBM dalam proyek tersebut enggan memberikan penjelasan dan terkesan menghindari wartawan. “Dapat informasi dari mana, kalau boleh tahu?” ujar Munira balik bertanya, tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan.

Secara terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Irwan Muhammad, membantah dugaan penggunaan solar subsidi. Irwan menegaskan bahwa pihaknya melakukan pengawasan ketat secara intensif dan belum menemukan pelanggaran di lapangan.”BBM yang dipakai adalah Solar Dexlite, bukan solar subsidi. Surat jalannya juga ada,” tegas Irwan saat dihubungi.

Meski demikian, Irwan mengakui bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti lokasi agen atau pangkalan Pertamina yang menjadi tempat pengambilan BBM industri untuk proyek tersebut. (r/u)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *