Ternate, MATAPUBLIKMU.com – Bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan warga Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate Senin (26/1) pagi kemarin dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (27/1) dini hari sekitar pukul 00.00 WIT, usai menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Chasan Boesorie Ternate karena kritis.
Kabar meninggalnya bayi tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Ternate, Ipda Sudirjo ketika dihubungi Selasa siang. “Informasi yang kami terima dari Kapolsek Pulau Ternate bayi laki-laki itu sudah dinyatakan meninggal (tadi malam) pada pukul 00.00 WIT,” jelasnya.
Sebelumnya, bayi malang tersebut ditemukan di teras samping rumah Rahmat Tomagola (42) dan Sulfiano Ato (35), warga Kelurahan Kastela pada Senin kemarin sekitar pukul 08.30 WIT.
Saat sedang membersihkan halaman rumah, Sulfiano Ato kemudian melihat sebuah kantong warna biru yang mencurigakan di teras rumah. Saksi Sulfiano Ato kemudian mengecek isi kantong tersebut dan melihat sesosok bayi yang dibungkus kain.
“Berdasarkan keterangan saksi pertama, Sulfina Ato, sekitar pukul 08.30 WIT ia sedang membersihkan halaman rumah, saat membuka pintu samping rumah, saksi melihat sebuah kantong plastik berwarna biru berada di teras samping, ketika dibuka, terlihat seorang bayi yang terbungkus kain, selanjutnya saksi memanggil pemilik rumah, Rahmat Tomagola, untuk memastikan isi kantong plastik tersebut,” ungkap Kapolsek Pulau Ternate, Iptu Lukman Umasugi melalui Kasi Humas, Ipda Sudirjo saat dihubungi.
Setelah dipastikan bahwa di dalam kantong tersebut terdapat sesosok bayi, kedua saksi itu kemudian memberitahukan ke warga sekitar dan endatangi Koramil setempat untuk melaporkan kejadian tersebut.
“Kami melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa orang tua maupun pihak yang meletakkan bayi tersebut. Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait agar dapat bekerja sama dengan kepolisian. Polres Ternate mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian, serta mengedepankan kepedulian dan nilai-nilai kemanusiaan dalam menyikapi peristiwa ini,” tegas Ipda Sudirjo. (*)









