Jailolo, MATAPUBLIKMU.com – Penyaluran anggaran program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahap I tahun 2026 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) diduga macet.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, anggaran kesehatan yang dikucurkan dari tahun ke tahun terus meroket. Misalnya, di 2024 sebesar Rp
Rp.17.550.861.936 sedangkan di 2025 meningkat sebesar Rp.22.772.670.656. Untuk total 15 puskesmas yang tersebar di Halbar.
Pencairan setiap tahun dibagi dalam 3 tahap dan setiap tahap terbagi dalam beberapa gelombang, per – gelombang bervariasi yakni sebesar Rp.153 juta hingga Rp.538 juta sekian per-puskesmas.
Meski demikian, hingga memasuki April 2026 anggaran BOK tahun 2026 yang disalurkan ke 15 puskesmas baru terealisasi senilai Rp 3.908.931.984, dengan rincian sebagai berikut :
1. Puskesmas Jailolo Rp.333.071.576
2. Puskesmas Bobaneigo Rp. 270.000.000
3. Puskesmas Kota Jailolo Rp.317.764.486
4. Puskesmas Sidangoli Rp.354.137.117
5.Puskesmas Sahu Rp.260.013.489
6. Puskesmas Balisoan Rp. 214.881.419
7. Puskesmas Golago Kusuma Rp.259.596.678
8. Puskesmas Akelamo Rp.203.468.000
9. Puskesmas Ibu Rp.328.547.488
10. Puskesmas Talaga Rp. 248.039.237
11. Puskesmas Baru Rp. 251.470.200
12. Puskesmas Duono Rp.303.584.049
13. Puskesmas Kedi Rp.187.024.613
14. Puskesmas Tolofuo Rp.200.577.400 dan
15. Puskesmas Loteng Rp. 176.756.232.
Hal ini patut dipertanyakan, sebab, berdasarkan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), belanja barang, target minimal akhir Maret sudah seharusnya 15 persen. Sehingga realisasi baru Rp 3 miliar sekian bisa dikatakan tahap I 2026 belum tersalurkan semuanya atau macet.
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Halbar saat ini dalam upaya konfirmasi wartawan. (u)




